JADI PERBINCANGAN WARGANET, BEGINI TERNYATA WAJAH BARU MONUMEN PESAWAT SOEKARNO-HATTA MIG-17



Издатель
JADI PERBINCANGAN WARGANET, BEGINI TERNYATA WAJAH BARU MONUMEN PESAWAT SOEKARNO-HATTA MIG 17 (SUHAT) MALANG


Sebagai informasi Monumen Pesawat MIG-17 Fresco yang berada di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta Termasuk di antara jajaran pesawat tempur modern (pada tahun 1960-an) yang pernah dimiliki Angkatan Udara Republik Indonesia.

Menariknya, pesawat tempur ini didatangkan Indonesia untuk digunakan dalam Operasi Trikora, operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Papua) dari cengkeraman Belanda.

Satu dari beberapa pesawat MIG-17 yang dimiliki AURI akhirnya terpajang di Jalan Soekarno-Hatta sebagai penghias taman bundaran di tengah sebuah perempatan jalan.

Monumen Pesawat MIG-17 Fresco ini sekaligus menjadi simbol kekuatan AURI di Malang
dengan markas besarnya yang berada di Lapangan Udara Abdulrahman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.



dilansir New Malang Pos, Pemasangan reklame produk rokok di monumen pesawat di bundaran Jalan Soekarno Hatta diduga melanggar aturan. Khususnya Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 27 tahun 2015 tentang penataan reklame.

Padahal, pembangunan reklame itu saja sudah banyak mendapat keluhan dari banyak pengguna jalan, karena menutup bundaran dengan banner.

Hanya saja, hingga kemarin, sejak banner yang menutup bundaran dibuka belum ada tindakan dari Pemkot Malang, khususnya penegak Perda Satpol PP. Sesuai Perwal No. 27 tahun 2015 tentang Penataan Reklame di pasal 38 disebutkan bangunan yang dilarang untuk pemasangan reklame tetap, salah satunya pada poin d adalah monument pesawat di Jalan Soekarno Hatta.

“Dalam aturan Perwal No. 27 tahun 2015 sudah menyebutkan dengan jelas daerah larangan yang tidak boleh dipasang reklame tetap, salah satunya di monumen pesawat di Jalan Soekarno Hatta. Kalau itu jelas melanggar, maka Satpol PP harus bertindak tegas untuk membongkarnya,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi

https://newmalangpos.id/arief-bongkar-reklame-di-monumen-pesawat?amp=1


Dikutip dari Jawa Pos Radar Malang, Reklame produk rokok yang terpasang di monumen patung pesawat Soehat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang menuai kontroversi. Selain dianggap mengurangi estetika taman, diduga pemasang reklame juga belum mengantongi izin. Sebelumnya, iklan rokok yang sama juga sempat memantik pro kontra saat dipasang di atap toko Avia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Erik Setyo Santoso memastikan reklame di monumen patung pesawat itu belum mengantongi izin Disnaker PMPTSP. “Kalau pengajuan ada, tapi izin belum ada, masih dalam proses,” kata Erik.

Pengajuan itu, masih kata Erik, baru dikirimkan ke Disnaker PMPTSP sekitar seminggu lalu. Sementara di lapangan, proses pembuatan reklame sudah berkangsung sejak sebulan lalu. ”Makanya ini tadi kita informasikan ke Satpol PP, jadi besok akan dipanggil untuk diminta keterangan dan diliat prosesnya,” ujar dia.

Erik menjelaskan, untuk pemasangan reklame ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yakni diawali dengan adanya perjanjian sewa terlebih dahulu. Untuk sewa aset milik daerah ini prosesnya ada di BKAD. “Kemudian ada proses-proses di dinas teknis lalu ada proses perizinan di Disnaker PMPTSP,” paparnya.

Erik menambahkan, langkah selanjutnya yang diambil oleh Disnaker PMPTSP adalah memeriksa kelengkapan pengajuan pemohon. “Besok kita periksa bersama dengan Satpol PP,” imbuhnya.

Di sisi lain Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa yang mengetahui soal perizinan adalah Disnaker PMPTSP. ”Melanggar apa ndak, maka yang sana (Disnaker PMPTSP) yang tahu mbak. Tapi jangan sampai melanggar, kalau melanggar ya dibongkar,” ujar Sutiaji.

Sedangkan Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkota) Malang Hadi Santoso mengatakan, sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), reklame boleh dipasang di areal taman. “Sekarang ternyata IMB belum beres tapi sudah dipasang. Ya nanti hari ini kita panggil yang bersangkutan,” ujar pejabat yang akrab disapa Soni ini.

Dia menegaskan, reklame itu tidak boleh dioperasionalkan sebelum IMB beres. “Tentu nanti ada batas waktu, Anda mau nyelesaikan berapa hari. Kalo masih 1-2 bulan lagi ya bongkar nanti,” kata dia

https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/kota-malang/07/04/2021/reklame-rokok-di-monumen-pesawat-soehat-terancam-bongkar/
Категория
Усилители
Комментариев нет.